“Eject USB” / “Safely Remove Hardware”, Tidak Perlu Atau Justru Penting ?

Jika kita menggunakan USB Flashdisk, maka sebelum melepasnya dari colokan USB, kita melakukan “Eject” atau “Safely Remove Hardware“. Sebagian orang ada tidak peduli dan langsung saja melepas flashdisknya dari colokan USB, tetapi ada juga yang selalu ‘taat’ melakukan “Eject” atau “Safely Remove Hardware” ini sebelum melepas flashdisk.

Sebenarnya.. melakukan “Eject” atau “Safely Remove Hardware” itu memang tidak penting ataukah justru keharusan ?  Silakan lanjutkan membaca tulisan saya ini.

Oh ya, agar maksud dari tulisan saya ini dapat dipahami dengan baik maka saya menggunakan beberapa istilah teknis.  Tetapi pembaca yang masih awam tidak perlu ‘pusing’, karena pembahasan istilah-istilah teknis hanya sekedarnya saja.

Mode Pengoperasian USB Flashdisk

Pada Windows sebenarnya ada 2 (dua) mode pengoperasian USB Flashdisk yaitu mode Better Performance dan mode Quick Removal.

1. Mode Better Performance

Pada Windows XP dan Vista disebut Optimize for performance sedangkan pada Windows 7 disebut Better Performance.  Pada mode ini  Windows mengaktifkan sistem Write Caching pada flashdisk yang bersangkutan.  Dengan aktifnya sistem Writing Cache, maka jalannya proses penyimpanan ke flashdisk dapat kita ikuti sbb:

  1. Kita melakukan proses menyimpan atau mengcopy file

  2. Oleh Windows, file tidak benar-benar disimpan ke flashdisk melainkan disimpan ke Cache Memory (proses menulis ke Cache Memory sangat cepat)

  3. Jika flashdisk kita cek, Windows ‘mengelabui‘ kita seakan-akan file sudah tersimpan sempurna di flashdisk (padahal masih berada dalam Cache Memory)

  4. Sistem dan user sudah bisa melakukan proses selanjutnya / proses yang lain (walaupun file masih belum tersimpan di flashdisk), sementara itu..

  5. Sementara itu Windows secara ‘diam-diam‘ dan sedikit demi sedikit akan memindahkan file dari Cache Memory untuk benar-benar dituliskan ke flashdisk

Jika dalam kondisi file belum seluruhnya benar-benar ditulis ke flashdisk (sebagian masih berada dalam Cache Memory) kemudian flashdisk kita ‘cabut’ (saya menggunakan istilah ‘cabut’ karena lebih mantap ☺), maka yang terjadi adalah kerusakan pada file (corrupted).

“Windows sejak awal ‘mengelabui’ kita seakan-akan file sudah tersimpan sempurna di flashdisk.”

“Lantas, bagaimana kita mengetahui kapan boleh mencabut flashdisk dengan aman ?”

 

Jawabannya adalah ‘kita tidak bisa tahu pasti kapan’.

Solusinya adalah sebelum mencabut flashdisk, kita harus melakukan proses “Eject” atau “Safely Remove Hardware” yang mana proses tersebut memerintahkan Windows untuk saat itu juga memindahkan file dari Cache Memory ke flashdisk, sehingga flashdisk aman untuk kita cabut.

2. Mode Quick Removal

Pada Windows XP dan Vista disebut Optimize for quick removal sedangkan pada Windows 7 disebut Quick Removal saja. Pada mode ini sistem Write Caching tidak diaktifkan oleh Windows. Tanpa aktifnya sistem Writing Cache, maka jalannya proses penyimpanan ke flashdisk dapat kita ikut sbb:

  1. Kita melakukan proses menyimpan atau mengcopy file

  2. Oleh Windows, file akan benar-benar disimpan ke flashdisk tanpa melalui perantara (proses menulis ke flashdisk relatif lambat, terutama pada flashdisk dengan kecepatan tulis / writing speed rendah)

  3. Windows akan memaksa kita menunggu hingga proses penulisan ke flashdisk selesai

  4. Jika proses penulisan ke flashdisk sudah 100%, barulah sistem dan user dapat melakukan proses selanjutnya / proses yang lain

Jika flashdisk kita cek dan kita melihat file sudah tersimpan, maka itu artinya file sudah benar-benar tersimpan pada flashdisk. Kita aman untuk mencabut flashdisk tanpa proses “Eject” atau “Safely Remove Hardware”.

Kesimpulan

  • Mode Better Performance bekerja lebih cepat, tetapi sebelum mencabut flashdisk Anda harus melakukan prosesEject” atau “Safely Remove Hardware“.

  • Mode Quick Removal bekerja lebih lambat, tetapi Anda dapat mencabut flashdisk tanpa perlu melakukan prosesEject” atau “Safely Remove Hardware“.

Terkait dengan topik ini, ada beberapa catatan penting sbb:

  1. Perbedaan kecepatan menulis ke flashdisk dibanding menulis ke Cache Memory sangat jauh, namun karena satuan waktunya sangat kecil mungkin kita tidak dapat merasakan perbedaannya

  2. Perbedaan kecepatan baru dapat kira rasakan saat melakukan penulisan file dalam jumlah besar, terutama jumlah file yang sangat banyak dan flashdisk dengan kecepatan tulis / writing speed rendah

  3. Saat anda mengatur untuk memilih mode Quick Removal atau Better Performance pada sebuah flashdisk, maka pengaturan itu hanya berlaku pada flashdisk tersebut. Untuk tiap-tiap flashdisk lainnya harus Anda atur masing-masing.

  4. Pengaturan bawaan (default) dari Windows adalah mode Quick Removal. Jadi jika anda tidak mengubah pengaturan pada flashdisk anda, maka mode yang diapakai adalah Quick Removal.

  5. Untuk harddisk, anda harus biarkan pengaturan bawaan dari Windows yaitu menggunakan sistem Write Caching. Frekuensi baca / tulis antara harddisk dan Windows sangat tinggi, sehingga tanpa Write Caching maka kinerja Windows akan turun drastis.

  6. Jika Anda tidak yakin untuk mengubah pengaturan-pengaturan ini, jangan lakukan. Karena kesalahan kecil dapat merusak kinerja Windows Anda.

  7. Walaupun pada mode Quick Removal kita dapat langsung mencabut flashdisk, tetapi jika tidak terburu-buru saya sarankan agar tetap melakukan proses “Eject” atau “Safely Remove Hardware” agar flashdisk Anda lebih awet. Silakan baca tulisan saya tentang USB Flashdisk : Fakta dan Tips Agar Awet.

  8. Cara mengatur flashdisk untuk menggunakan mode Quick Removal atau Better Performance silakan lihat di tulisan saya tentang Langkah-langkah Mengubah Cara Windows Mengakses Flashdisk.

Sekian, semoga bermanfaat..

Terima kasih

    ~ written by fajar mukti ~

Bagikan/Share:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *